Panduan Aman Untuk Membeli dan Menjual Secara Online

Sebuah studi oleh Forrester menemukan bahwa pada saat-saat sebelum liburan, konsumen yang membeli Belanja online telah meningkat. Mereka yang bahagia tidak hanya menjual situs web, tetapi juga “garong digital,” karena semakin banyak transaksi yang mereka lakukan, semakin besar kemungkinan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Bagaimana cara menghindari campur tangan para penjahat ini? Berikut adalah 3 panduan aman untuk membeli dan menjual secara online:

Jangan mudah tergoda barang murah

Jangan terburu-buru jatuh cinta dengan tawaran barang murah dari email, belum lagi meminta ID dan kata sandi tanpa izin dari pemilik email. Ini biasanya pekerjaan spammer. Namun waspadalah, spammer juga bisa merayu. Dia mengirim e-mail yang sepertinya datang dari perusahaan. Lebih disukai, kunjungi situs web perusahaan yang baik dan segera lakukan pembelian dari sana. Jangan melalui email atau pop-up.

Pertimbangkanlah cara pembayaran

Pembayaran biasanya dilakukan dengan kartu kredit. Dengan kartu kredit, Anda memiliki bukti yang tak terbantahkan bahwa Anda telah melakukan transaksi jika barang tidak terkirim atau tidak cocok dengan pesanan. Tetapi, karena banyaknya pencurian nomor kartu kredit, pembayaran menggunakan sistem seperti PayPal, Kirim Transfer Kawat atau Pembayaran Tunai dapat dipertimbangkan.

Tanda kalau situs web itu aman

Tanda biasanya dalam bentuk gembok di bilah status browser. Sebelum memasukkan informasi pribadi, periksa tanda itu ada. Ketika Anda diminta untuk memasukkan informasi pendaftaran untuk nomor kartu kredit, lihat alamat situs web. Alamat situs web harus berubah dari http ke “shttp” atau “https”. Ini berarti bahwa informasi pembayaran dienkripsi, pada prinsipnya lebih aman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *